Sumber Foto: Bapperida Kota Samarinda
SAMARINDA — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman memaparkan hasil antara Kajian Penguatan Daya Saing Ekonomi Kota Samarinda pada Oktober 2026. Kajian ini berfokus pada pengembangan industri hilir berbasis potensi lokal, penguatan rantai pasok, serta peningkatan investasi daerah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa perekonomian Samarinda tumbuh rata-rata 5,22 persen per tahun selama 2018–2025, lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Timur sebesar 3,64 persen dan nasional sebesar 3,82 persen. Meski demikian, penguatan sektor industri pengolahan masih menjadi tantangan karena kontribusinya baru mencapai 7,08 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Oleh karena itu, diperlukan strategi yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat ketersediaan bahan baku, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah.
Kajian tersebut mengidentifikasi enam produk unggulan yang berpotensi dikembangkan, yakni gula merah, keripik singkong, olahan pisang Mungkal, kapal kayu tradisional, sektor perhotelan, dan Desa Wisata Pampang. Dari sejumlah komoditas tersebut, tiga prioritas hilirisasi yang direkomendasikan adalah keripik singkong, gula merah, dan olahan pisang Mungkal. Pengembangannya diarahkan melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi, penguatan kemasan dan merek, serta perluasan pemasaran melalui hotel, kegiatan pemerintah, perdagangan modern, dan platform digital.
Selain pengembangan produk, kajian juga menekankan pentingnya penguatan iklim investasi dan optimalisasi PAD. Berdasarkan simulasi skenario moderat, paket intervensi yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp43,8 miliar selama 2027–2031 berpotensi menghasilkan PAD kumulatif sekitar Rp73 miliar. Rekomendasi awal mencakup penerapan pemantauan pajak daerah secara elektronik (e-monitoring PBJT), kebijakan belanja produk lokal, pengembangan pariwisata dan kegiatan MICE, serta penguatan fasilitas pengolahan secara bertahap. Proyeksi tersebut masih memerlukan validasi melalui data lapangan dan koordinasi lintas perangkat daerah.
Ke depan, hasil kajian ini diharapkan menjadi salah satu dasar penyusunan arah kebijakan dan program pembangunan ekonomi Kota Samarinda, khususnya dalam penyusunan RKPD 2027 dan peta jalan pengembangan ekonomi daerah hingga 2032. Penguatan sinergi antarperangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi lokal dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah, membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Jl. Dahlia No.81, Kel. Bugis, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75121
Telp: 0541-203785
Email: bappedalitbang@samarindakota.go.id
Website: https://bapperida.samarindakota.go.id